Home » Kurikulum » Body of knowledge

Body of knowledge

Program Studi Sarjana Teknik Elektro dirancang untuk mempersiapkan lulusan yang menduduki posisi engineer yang bertanggung jawab dalam bidang desain, pengembangan, aplikasi, dan operasi di teknik elektro, khususnya dalam bidang sirkuit elektronik digital dan analog,  bidang komunikasi, sistem kontrol, pemrosesan sinyal digital, elektromagnetik, dan komputer. Kurikulum Teknik Elektro didesain dengan berdasar kepada dasar matematika,fisika dan ilmu teknik yang kuat.

 

Body of knowledge Program Studi Teknik Elektro yang termuat dalam  kurikulum mencakup: Matematika, Fisika, Kimia, Probabilitas dan Statistik, Matematika Teknik, Matematika Diskrit, Sistem Digital, Elektronika, Rangkaian dan Sinyal, Pemrograman dan Pemecahan Masalah, Elektromagnetik, Sistem Telekomunikasi, Arsitektur Komputer, Pemrosesan Sinyal Digital, Sistem Tenaga Listrik, Mikroprosesor dan Sistem Tertanam, Material Teknik Elektro, Sistem Instrumentasi, Sistem Kendali, Isu-isu Sosial dan Profesionalisme, Technopreunership, dan Implementasi Hardware.

Tantangan yang Dihadapi

Tantangan-tantangan yang dihadapi pada masa mendatang akan semakin besar karena didorong oleh globalisasi ekonomi pengetahuan dan peningkatan kerumitan sistem yang dihadapi. Tahun 2015, Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean. Pada situasi Masyarakat Ekonomi Asean ini, persaingan antar negara ASEAN akan makin tinggi, khususnya persaingan dalam mempersiapkan sumber daya manusia. Dengan mempersiapkan lulusan yang mempunyai kapasitas dan kompetensi yang baik, diharapkan lulusan tersebut mampu bersaing dengan lulusan-lulusan Teknik Elektro dalam negeri, bahkan dengan lulusan-lulusan Teknik Elektro dari negara ASEAN. Dan tidak hanya bersaing di dalam negeri, dengan kompetensi dan kapasitas yang tinggi, lulusan Teknik Elektro IT Del juga diharapkan dapat berkarir di negara-negara ASEAN.

 

Manajer teknologi menghadapi tantangan yang terdiri dari perencanaan strategis untuk produk-produk teknologi, pemilihan proyek produk baru, pembelajaran organisasi tentang teknologi, dan pemahaman kemajuan teknologi. Secara spesifik tantangan yang dihadapi oleh manajer rekayasa terdiri dari lingkungan bisnis, tren organisasi, dan tren teknologi. Perubahan lingkungan mencakup globalisasi, fokus laba jangka pendek, peraturan lingkungan, dan perubahan demografi tenaga kerja.

 

Organisasi juga mengalami perubahan yang mencakup kemitraan, jejaring kerjasama operasi, penerapan organisasi berbasis proses, perubahan yang terus-menerus, dan menjaga komitmen dan loyalitas karyawan. Tantangan yang dihadapi dalam kelompok teknologi mencakup dinamika tim, ketidakpastian, budaya kerja, alat dan metriks dalam pengendalian, dan kepemimpinan.

 

Keunggulan kemampuan seorang manajer dengan pemikiran teknis adalah dapat beradaptasi dalam lingkungan bisnis dan pasar yang kerap mengalami pergantian. Adaptasi dan kemampuan mengatasi masalah dalam dunia yang serba berubah ini menjadi kunci untuk menuju kesuksesan. Tidak sedikit ahli dalam rekayasa dan teknologi di jenjang karirnya dihadapkan oleh tantangan untuk menjabat dalam posisi manajemen setelah sebelumnya mengecap pengalaman bekerja bertahun-tahun. Bahkan data dari American Society for Engineering Management (ASEM) menunjukkan bahwa dua pertiga perekayasa industri dan praktisi teknologi menjalani sebagian porsi pekerjaannya dalam posisi manajerial.